About

hotarticle.org merupakan situs yang berisi artikel-artikel Islami yang insya Allah bermanfaat bagi para pengunjungnya. Kami berharap situs ini dapat membantu meramaikan dunia maya dengan situs-situs da’wah mengingat dunia maya sudah sangat dipenuhi dengan situs-situs destruktif seperti situs-situs phorno, situs-situs yang berisi ajaran-ajaran sesat dan menyimpang, dan lain sebagainya.

Melihat begitu antusiasnya para kaula muda untuk menjelajah dunia maya, kami sangat prihatin dengan keberadaan situs-situs destruktif tersebut. Dampak dari situs-situs tersebut telah sangat dirasakan masyarakat kita yang semakin hari semakin menunjukkan kemerosotan akhlaq yang sangat menyedihkan. Takhyul dan ajaran sesat semakin digandrungi. Pergaulan bebas, hubungan seks di luar nikah, gaya berpakaian yang tidak Islami semakin menjadi-jadi. Tidak hanya berani berpakaian ketat, tetapi para remaja putri telah semakin berani berpakaian ’super mini’, baik di pasar modern seperti mall mau pun di pasar tradisional. Dari yang muda hingga yang lanjut usia telah semakin jauh dari ajaran Tuhan. Perintah dan larangan agama semakin tak dihiraukan. Semakin jelaslah tanda-tanda kemunculan Dajjal.

Kami memang bukan orang suci. Kami adalah orang yang banyak berdosa. Oleh sebab itu, kami merasa sangat perlu untuk melayani Tuhan, agar Tuhan menjadi ridho kepada kami. Baginda Rasul shalallahu ‘alayhi wa alihi wa sallam pernah bersabda, “Bertaqwalah kamu di mana pun kamu berada. Dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan. Niscaya kebaikan itu akan menghapus keburukan.” Maka dari itu, setelah kami sadar dari kesalahan-kesalahan kami, kami berusaha untuk menyenangkan Tuhan. Semoga Anda pun demikian. Jangan ragu untuk melakukan kebaikan. Karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amal baik Anda. Setelah Anda terjatuh kepada suatu dosa, disengaja atau pun tidak, ganti dan hapuslah keburukan itu dengan berusaha untuk menyenangkan Tuhan.

Semoga situs ini dapat membantu para aktivis da’wah yang hendak mencari tulisan-tulisan untuk dicetak, diperbanyak, dan disebarkan kepada tetangga, teman, dan orang-orang yang disayangi. Kami juga sangat senang jika Anda dapat mengubah artikel-artikel dalam situs ini ke dalam bahasa Inggris, Belanda, Mandarin, Jepang, Melayu, India, dan bahasa lainnya untuk disebarkan kembali. Anda juga dapat mengirim artikel kepada kami melalui email. Semoga Allah membalas segala amal Anda dalam menyebarkan ajakan kepada yang haq dan tegahan atas yang bathil. Semoga Allah mengampuni segala dosa kami dan Anda sekalian. Amin.

Baca juga:
My Hero is…

52 Tanggapan

  1. blogger SESAT!!!!

    nah… satu lagi nih… komentator stress :lol:

  2. anda sendiri admin dongo..

  3. Kalau nulis hati2 yang sesat siapa..? sebelum terlambat bertaubatlah…?

  4. ya nulis hati2 lah.. masa gak hati-hati… memang saya harus bertaubat.. tp anda pun harus bertaubat,kalau ada dosa.. apalgi adminnya (muntah).. OKE?!!!

  5. Saudaraku, setelah membaca pada ‘tentang kami’ di blog ini, sy ingin bertabayyun atas apa yg anda tuliskan berikut ini:
    “….Kami memang bukan orang suci. Kami adalah orang yang banyak berdosa. Oleh sebab itu, kami merasa sangat perlu untuk melayani Tuhan, agar Tuhan menjadi ridho kepada kami…..”

    Setahu saya dalam islam, tidak pernah ada kalimat ‘karena banyak dosa maka sangat perlu melayani Tuhan’(?). Yang benar adalah jika banyak dosa maka kita diharuskan banyak bertaubat, dan bertaubat hanya kepada Allah. Allah tidak perlu dilayani karena Dia-lah yang menciptakan dan mengatur seluruh alam semesta ini. Ridho Allah atas hambanya karena hamba melaksanakan apa yang diperintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam konteks manusia, memang seorang budak akan melayani majikan, tetapi hamba terhadap Penciptanya adalah penghambaan dan penyembahan yg tulus.
    Ungkapan ‘melayani Tuhan dan menyenangkan Tuhan’ pernah sy dengar pada khotbah pendeta2 di tv2. Dan dulu saya jg belajar sedikit ttg bible. Jadi saya agak suudzon, makanya sy tabayyun.

    Tolong tunjukkanlah hujjah2 anda jika anda termasuk orang-orang yang benar.

    Semua ini saya lakukan untuk mengetahui kebenaran. Karena kebenaran itulah saya memilih islam.

    Sebagai seorang budak, sudah tugas saya melayani Tuan saya. Saya telah banyak melakukan hal-hal yang membuat murka Tuan saya. Agar Tuan saya mau memaafkan, menerima taubat saya, dan meridhoi saya, maka saya berusaha untuk menyenangkan Tuan saya dengan melayani Tuan saya sesuai dengan apa yang Tuan saya ajarkan. Apakah saya salah jika saya melayani Tuhan? Bukankah ciri orang yang bertaubat adalah ia meninggalkan apa yang dilarang Allah dan berusaha untuk memperbanyak ibadah? Adalah wajar jika seorang budak/hamba melayani Tuannya. Akhi, kita semua adalah hamba Allah, abdi Allah, abdullah. We are Allah’s servant. So, let’s serve Allah, our Lord and God.

  6. akh……………

    lebih pantasnya blog antum di kita cap dengan blognya orang-orang zindik munafiq.

    memampilkan gambar bernyawa telah di larang dalam syari’at yg suci. apalagi menampilkan orang kafir. padahal kita selalu membaca ayat dalam alquran yang artinya ” dan orang-orang yahudi dan nashoro itu sekali-kali tidak senang agar kamu kembali mengikuti agama mereka. masa antum ini mengaku ahlu sunnah kok memampilkan gambar orang yg bukan ahlu sunnah apalagi orang kafir. di mana letak keilmuan anda. berarti ilmu anda dengan ilmunya orang kafir sama.

    mohon di klarifikasikan.

    Tidak ada yg perlu diklarifikasi, saya Muslim. Jika Anda mengklik gambar orang kafir itu, insya Allah Anda mengerti mengapa saya memajang foto orang kafir itu di situ.

  7. akh………….

    bukankah dalam syariat telah tegas dari nabi bahwa nabi melarang gambar bernyawa.

    Baca lagi ulasan para ahli hadits mengenai hadits tersebut. Yang tidak boleh itu adalah lukisan, bukan hasil foto, cetakan, dsb. Coba Anda lihat majalah Sabili, Hidayatullah, dan majalah slam lainnya. Ada gambar makhluk bernyawanya tidak? Ada, tetapi hasil foto, bukan lukisan. Paham?

    kenapa dakwa antum ini kok menentang ucapan nabi.

    Da’wah kami tidak menentang ucapan nabi. Da’wah Antum itulah yg terkadang menentang ucapan nabi, karena antum ngikutin ustadz yg suka salah tafsir.

    ana mau bertabayyun dahulu sebelum ana menuduh antum macem-macem. atas dasar apa antum lancang memajang foto orang kafir di blog dakwa antum?
    apakah para salaf sholeh pernah melakukan dengan demikian.?

    Klik itu gambar, maka antum akan mengerti bahwa itu adalah link cepat untuk masuk ke artikel mengenai kepausan. Dari kemarin ga ngerti juga?

    “man salafikum fii hadza?

    Siapa pula yg mendahului Anda untuk menyempal?

    katakan kepada saya siapa dalam hal ini yang menjadi panutan antum.

    Siapa pula yg menjadi panutan antum dalam menyempal? Ustadz2 yg suka salah tafsir?

    Bukankah rasulullah adalah surih tauladan kita?

    Benar. Rasulullah yg harus kita ikuti, bukan ustadz2 yg suka salah tafsir.

    kalau memang iya? apakah rasulullah pernah berdakwa dengan cara antum itu?
    (menampilkan orang kafir) rasulullah sangat membenci orang kafir.

    Makanya klik dong… klik…

  8. Saudara Mukhtar Hasan belum ngerti artinya klik kali…., perlu les komputer mas…, kok ga’ bisa bedain mana lukisan mana foto, klo foto jg ga’ boleh, Ane yakin deh di rumahnya saudara hasan ini, pasti ada foto Ustadznya, wah klo gitu Ustadznya berarti bukan orang salaf soalnya mau aja di foto, padahal mungkin dia tahu foto itu ga’ boleh (katanya mereka). klo gitu jangan-jangan ga’ ngerti juga foto itu apaan…?

    APAH…. DIA TIDAK TAU FOTOH…?
    HEH… TEERLAALUH!

  9. Cobalah antum simak ucapan rasul di bawah ini :

    Dari ‘A’isyah bahwasannya ia membeli bantal kecil yang ada gambar-gambarnya. Ketika Rasulullah melihatnya beliau berdiri di pintu tidak mau masuk. Maka ‘A’isyah mengetahui ada tanda kebencian di muka Rasulullah. Lalu ia pun berkata: “Ya Rasulullah, aku bertaubat kepada Allah dan Rasul-Nya, dosa apakah yang telah kuperbuat?” Rasulullah menjawab: “Bagaimana halnya bantal itu?” ‘A’isyah menjawab: “Saya membelinya agar engkau duduk dan bersandar di atasnya.” Kata Rasulullah (artinya): “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat dan akan dikatakan kepada mereka: “Hidupkanlah gambar-gambar yang kalian buat itu!” Kemudian beliau bersabda (artinya): “Sesungguhnya rumah yang ada gambar-gambar (yang bernyawa -pent) di dalamnya tidak akan dimasuki malaikat.” (Muttafaqun ‘alaih)
    Sabda Rasulullah pula (yang artinya): “Manusia yang paling pedih siksanya di hari kiamat ialah yang meniru ciptaan Allah. Sedangkan para pelukis dan penggambar adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah.” (Muttafaqun ‘alaih)
    “Bahwasannya Nabi ketika melihat gambar-gambar di rumah, beliau tidak mau masuk sebelum gambar itu dihapus.” (HR. Al-Bukhariy)

    atau antum bisa membaca langsung ulasannya di :

    http://akhmukhtar.blogspot.com/2008/01/hukum-gambar-dan-patung-serta-foto.html

    Gambar yg dimaksud dalam hadits tersebut adalah gambar buatan tangan, bukan cetakan, bukan foto. Antum liat deh situs temen2 antum yg nampilin foto2. Coba antum cek di blogroll kategori ‘Penggemar Ekstrimis’. Kalo antum masih ngotot juga dg pendirian antum, antum lurusin dulu tuh temen antum yg ngaku salafy.
    Akhi, jangan taklid buta kepada ustadz2 yg suka salah tafsir.

    • Hasil foto kan jadi gambar juga… dijepret oleh tangan bro..

      ga gitu bro. Melukis itu jelas beda dg memfoto. Klo ente bilang sama, bisa diketawain orang ente.
      Mulai besok jangan pake cermin, soalnya kalo pake definisi ente yg ngaco, bercermin sama aja melukis.

  10. Ustad yang di maksud salah tafsir itu siapa
    datangkan buktinya biar jelas

    Silahkan baca komentar saya terhadap zeep. Atau baca kutipannya sbb:
    “Atau cobalah Anda berkunjung ke blog yg ini, dan sarankan kepada si pembuat blog jika Anda memang orang yg suka memberi saran kepada para pembuat blog untuk menghapus artikel yg mereka publish. Katakan kepada si pembuat blog, jika Anda mau, katakan padanya bahwa artikel itu adalah artikel yg kurang bermanfaat. Atau sarankan kepadanya agar berkunjung ke artikel kami, agar dia paham bahwa artikel yg dia publish itu merupakan pemikiran dari ustadz yg sering salah dalam menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits. Hati2 terhadap ustadz2 yg demikian. Apalagi terhadap tafsiran mereka tentang ayat-ayat dan hadits mengenai Aqidah dan Syari’ah. Dengan cara mereka yg suka salah tafsir, tidak ada jaminan bahwa Aqidah dan Syari’ah mereka itu sesuai dengan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

  11. antum paham kata2 yang terdapat dalam hadist itu gak

    “Dari ‘A’isyah bahwasannya ia membeli bantal kecil yang ada gambar-gambarnya”

    Ane paham. Ada gambar-gambarnya, gambar yg dibuat dan dibentuk oleh tangan manusia, bukan dicetak seperti foto. Antum dah pergi ke blog temen Antum? Lihat tuh ada foto2, bahkan ada yg dari kepala sampai kaki. Antum nasihati dulu deh temen Antum itu.

  12. akh…………………..

    tidak ada yang di muat di blog ini

    (http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/)

    melainkan kebenaran. disitu di kemukakan dalil2 yang jelas dan argumentasi yang jelas.

    antum banyak menukil pendapatnya ahlu bidah dari pada pendapatnya para ahlu sunnah.

    tidak ada sama sekali pendapatnya Ibnu Taimiyah, dan murid2 dan ulama setelah mereka dari ulama salaf yang antum jadi kan panutan.

    Dahsyat…
    Ada ya orang yg ngaku Islam, tapi cara berfikirnya mirip banget sama orang Kristen abad kegelapan.
    Sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Benarlah yg disabdakan Rasul tentang ummat ini kelak. Mulai dari lambang, cara berfikir, benci kepada ayah bunda nabi, benci kepada orang yg mewiridkan Yasin, benci kepada orang yg dzikir berjama’ah. Sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.
    Dan sekarang mereka katakan bahwa matahari mengelilingi bumi karena cara berfikir mereka yg keliru.
    Masya Allah…

  13. antum ini bukan ahlu sunnah wal jama’ah tidak sesuai

    Kami tidak sesuai dengan siapa? Bukankah kami ini sesuai dengan pendapat Al-Jama’ah. Anda tuh yg ga sesuai dengan pendapat Al-Jama’ah.

  14. lantas apa yang menjadi dasar dari pada argumentasi anda yang menyatakan bahwa bumi yang mengelilingi matahari?

    Tidak ada ayat atau pun penelitian ilmiah yg valid yg mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi. Tetapi ada penelitian ilmiah yg menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari. Coba Anda baca buku2 Harun Yahya atau lihat vcd-nya. Atau Anda juga bisa baca yg satu ini.

  15. apa sih arti dari pada al jama’ah itu?

    Rasul SAW telah menjawab pertanyaan semacam ini dengan sabdanya: “Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku.” [HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim]
    Selanjutnya beliau SAW berpesan pula, “Apabila terjadi suatu perselisihan, maka hendaklah kamu senantiasa berpihak kepada golongan yang terbanyak dari kaum Muslimin.”

    Berkatalah Sayyidina Abdullah bin Mas’ud, “Sungguh, berpadulah kalian bersama jamaah. Sungguh, Allah tidak akan menjadikan kelompok terbesar pada ummat Muhammad dalam kesesatan.”
    Demikian berkata Sayyidina Abdullah bin Mas’ud ra. Tidak akan terjadi kelompok terbesar ummat Nabi Muhammad SAW dalam kesesatan.

  16. apa yang antum katakan itu benar adanya. namun sayangnya artikel yang antum muat itu banyak yang menyelisihi sunnah nabi

    antum mengatakan “Tetapi ada penelitian ilmiah yg menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari.”

    paling2 antum taqlid kepada orang2 kafir.
    apakah ini akhlaknya orang muslim?

    ini adalh coment ana yg terakhir. kalau antum tetap bersikuku ana yakin antum akan tersesat…………..

    :) Ya akhi…, orang2 Kristen abad pertengahan juga berkata bahwa matahari mengelilingi bumi. Apakah pencetus heliosentris itu adalah Copernicus? Sebelum Copernicus mencetuskannya, Ibnu Shatir telah menuliskannya dalam bukunya. Beliau wafat sebelum Copernicus lahir.
    Justeru kalau antum bersikukuh dengan pendapat ustadzmu itu, ane khawatir, antum yg akan tersesat.

  17. Yaa akhi………… ucapapan orang kafir kok antum jadikan sandaran. padahal itu adalah musuh allah dan musuh orang yang beriman.

    apakah antum mau membanta allah?

    Realita tidak akan bertentangan dengan nash yang shorih dan shohih. maka sebagaimana akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan nash al-qur’an dan as-sunnah yang shohih dan shorih, maka demikian juga dengan sebuah realita atau waqi’. tidak mungkin sebuah realita bertentangan dengan nash. karena sebuah relalita adalah sebuah kebenaran yang pasti, dan tidak akan pernah bertentangan antara dua kebenaran.

  18. Aduh..aduh..ko’ jadi pada ribut sih….Wahai Saudara2ku…Ingat Aqidah kita lagi di acak-acak olek kaum Kuffar dan munafiqin..dah donk…,Akhi Mukhtar Hasan…udah lah..ila yaumil qiyamah pun ente kaga bakalan sependapat dengan kami,memang setelah ana kaji-kaji lagi..dan ana pun sudah sering kali mengikuti kajian-kajian dari Ustadz2 antum..Tapi apa yang ana dapatkan..???Luar biasa…banyak yang salah tafsir..apalagi mengenai BID’AH…dan yang lebih parah lagi..banyak dari mereka mencaci maki salaf-salaf kami,ulama-ulama kami…Ada apa ini…???

    Buat Saudara-Saudara ku yang ada di Blog ini…teruslah berjuang ana dukung antum..kita berada di thoriqoh yang sama…Maju terus…
    Dan ana kasih saran.sudahilah perdebatan-perdebatan dengan mereka…ini hanya akan membuang energi kita yang seharusnya kita curahkan buat saudara-saudara kita yang haus akan kebenaran…Karena..seperti yang pernah ana bilang..hatta yaumal qiyamah..mereka akan terus seperti itu..kecuali kalo mereka mau membuka..sedikit saja hati bersih dan mau mnerima kebenaran,yang jauh dari sifat takabbur,ghuluw..dan tab’an lil Hawa wan nafs…

    Imam Abdullah ibn ‘Alwi al-Haddad berucap dalam sya’irnya :

    AHLU BAITIL MUSTHOFA THUHURI # HUM AMAANUL ARDHI FADDAKIRI

    ROBBI FANFA’NAA BIBARKATIHIM # WAHDINAL HUSNA BIHURMATIHIM

    WA AMITNAA FII THORIQOTIHIM # WA MU’AFATIN MINAL FITANI

  19. Salaf kami adalah para sahabar rasulullah dan para ulama yang mengikuti mereka, dan itulah salaf kita.

    lantas sekarang amalan kita ini apakah pernah di amalkan oleh para sahabat.?

    Lebih baik Anda belajar lagi ushul fiqh dan fiqh yang bener berdasarkan manhaj salaf yg bener. Jangan belajar kepada ulama2 yg cuma ngaku2 ngikutin salaf padahal menyalahi manhaj salafush shalih. Pengakuan tanpa bukti = 0.

  20. ana nggak mau berbasa basih dengan antum. datangkan kepada saya buktinya ulama yang enjadi rujukan ana yang salah tafsir menurut ana itu. maksud ana siapa sih namanya ulama yang salah tafsir yang menjadi ulama rujukan ana itu.

    jangan2 antum taqlid kepada pembenci untuk membantah al haq.

    Apakah Anda sudah membaca artikel Ijtihad dan Mujahid? Anda sudah baca komentar saya tentang sanad guru saya? Sekarang coba tunjukkan kepada saya sanad Syaikh Al-Utsaimin dan sanad Syaikh Al-Albani, serta sanad Syaikh bin Baz. Jika Anda tidak sanggup, berarti Anda tidak punya bukti bahwa mereka itu ustadz yg dapat dipegangi.

  21. Subhanallah…..!

    ana tanyakan kepada antum, apakah antum kenal siapa itu Syaikh Al Albani, siapakah Syaikh Bin Baz, dan Siapakh Syaikh Ibnu Utsaimin.

    kalau gak tau siapa mereka ana sarankan agar antum baca dulu biografinya dulu.

    kalau gak tau jangan berbicara sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya. karena pengelihatan, pendengaran dan hati akan di minta pertanggung jawabkan oleh allah terhadap apa yang kamu tuduhkan. sebagaimana yang termaktub dalam al qur’an (Al Isro 36)

    ketiga ulama di atas telah di akui oleh dunia merekalah Ulama Mujtahid Abad ini. dan merekalah ahlul ijtihad. apabila mereka salah maka mereka akan mendapatkan 1 pahala kalau benar maka 2 jadi jaminannya.

    lantas ulama yang jadi rujukan antum yang antum taqlid buta kepadanya tidak mu’tabar dalam dunia islam. namun mu’tabar dalam dunia kebid’ahan. sebagaimana yang antum muat di dalam blog antum ini.

    berbagai macam bid’a antum tebarkan, seolah-olah antum dan guruh antum itu mujtahid.

    saran ana baca dan kenali dulu ketiga ulama itu baru ngomong. karena kata ibnu hajar. apabila orang itu tidak mengetahui sestau terus berbicara maka ia akan merusak lebih banyak dari pada memperbaiki.

    walaupun demikian ana insya allah tidak taqlid membabi b uta kepada ke3 ulama di atas. mereka juga manusia. bisa salah bisa benar. tapi perlu antum ketahui mereka adalah wali2 allah dan semua tholabul ilmi di dunia ini menyakini dengan yakin insya allah mereka telah terpenuhi menjadi mujtahidin.

    Barakallahu fiikum.

    Kami hanya bisa berusaha, adapun hidayah itu urusan Allah. Kepada Allah, kami kembalikan segala urusan.

  22. Makanya jangan lancang ketika berbicara sesuatu. pelajari dulu dalil2nya baru simpulkan mana yang paling dekat dengan kebenaran dengan dalil tentunya bersumber dari Al-Qur’an dan as sunnah. namun tidak cukup untuk kita saat ini untuk berdalil dengan al-qur’an dan As sunnah, karena berbagai macam firqo sesat juga berdalil dengan al qur’an dan hadist. ambil contoh mudah, orang-orang LDII berdalil dengan Qur’an, namun apabila qur’an itu bertentangan dengan akal mereka maka al qur’an mereka buang. lantas dasar apa yang ketiga untuk bisa memahami alqur’an dan hadist dengan benar agar kita bisa selamat. yaitu pemahaman sahabat. inilah yang di namakan Al manhaj, yakni at thoriqo as shohiha. jalan yang shohi atau jalan yang selamat.

    antum berkata “Sekarang coba tunjukkan kepada saya sanad Syaikh Al-Utsaimin dan sanad Syaikh Al-Albani, serta sanad Syaikh bin Baz.

    ana jawab” apakah yang antum maksudkan mereka (ke3 Ulama itu) berfatwa yang mengatakan Matahari yang mengelilingi bumi? atau apa? kalau itu maka ana jawab sesungguhnya sebelum mereka berfatwa dengan demikian telah di dahului ulama2 sebelumnya. coba antum baca buku yang berjudul “Matahari yang mengelili Bumi” Pustaka Al Furqon. yang di tulis oleh Ustad Ahmad Sabiq Bin Abdul Latif Abu Yusuf.

    sekarang ana balik bertanya kepada antum apakah antum masih meraguhkan apa yang tercantum dalam al qur’an dan al hadist. karena apa2 yang tercantum dalam (http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/) bersumber dari al-qur’an dan al Hadist dan ucapan para salaf sholeh.

    ana jadi ragu dengan kredibilitas antum dalam islam ini. dimana antum mengikuti dan mengikuti pendapatnya orang kafir yang notabene musuh Allah dan musuh orang yang beriman. antum taqlid saja kepada orang kafir dengan penelitian yang di katakan ilmiah, padahal penelitian berdasarkan akal semata bukan berdasarkan Dalil yang naqli bahwasanya bumi yang mengelilingi matahari.

    sekarang ana tanyakan kepada antum mana dalilnya yang mengatakan demikian. Bahwasanya penelitian ilmiah orang kafir itu yang mengatakan bumi yg mengelilingi matahari.
    Datangkan sumber rujukannya yang bias di rujuk.

    datangkan dalilnya kalau kamu adalah orang yang benar.

    Semogah kita semuahnya di berih hidayah oleh Allah
    Barakallah huu fiikum

    Orang Kristen abad pertengahan pun menganggap bahwa matahari mengelilingi bumi. Antum meragukan saya? Saya memang bukan ulama. Saya meragukan Al-Qur`an dan Hadits? Tidak sama sekali. Yang saya ragukan justeru kapasitas guru2 antum yg NB adalah kaum tekstualis ghuluw.
    Saya kembalikan segala urusan kepada Allah.

  23. akhi………………

    ittaqillahaa.

    anggapan orang kristen kok antum jadikan patokan. datangkan dalilnya jikalau antum masih meraguhkan apa yang belua paparkan.

    Justeru antum yg ngikutin orang Kristen abad pertengahan. Orang Kristen abad pertengahan kok antum jadikan patokan?
    Ane sudah tanggapi dlm tulisan ane. Belum baca ya?

  24. Kalau memang apa yang di paparkan orang kristen di abad pertengan bersesuai dengan apa yang di paparkan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh al Utsaimin, tidak berarti beliau dan orang yang sependapat dengannya mengikuti apa yang di paparkan oleh orang kafir. karena dalam al-qur’an juga Allah mengatakan bahwasanya Bumi sebagai pusat Galaksi. dan berbagai macam hadits dari Nabi Shallallahu ‘alahi wa Sallam.

    Dalam artikel ini http://hotarticle.org/islam-menganut-geosentris/

    subhanallah……………..
    antum meletakkan diri antum laksana Ulama Mujtahidin. yang sudah pantas untuk berijtihad.

    Semoga Allah memberikan ana dan antum hidaya.

    wabillahitaufiq…..

    Pak, saya mengomentari berdasarkan ilmu yang saya dapat dari guru saya. Saya bukan mujtahid, hanya orang yg taqlid. Dan taqlid itu tidak buruk, selama taqlid kepada yg benar. Anda sudah baca tentang Ijtihad dan Mujtahid serta tentang tingkatan taqlid ‘kan? Saya harap Anda tidak salah paham tentang taqlid.

    Begitu juga jika ternyata pandangan saya ternyata mirip dengan Kristen sekarang mengenai Heliosentris, bukan berarti saya mengekor mereka, karena sesungguhnya Heliosentris sendiri telah dicetuskan ilmuwan muslim sebelum Copernicus.

    Al-Utsaimin terlalu tekstualis. Banyak ayat mutasyabihat mengenai sifat Allah juga dianggap muhkamat. Dan ini ayat tentang matahari dilihat pula secara tekstual semata. Ga sekalian aja dikatakan bahwa matahari sebenarnya tidak mengelilingi bumi, tetapi terbenam di barat, yaitu di lautan yg airnya berwarna hitam seperti lumpur hitam di Sidoarjo dan dg cara tertentu dia menghadap Allah?

  25. Lucu sekali klaim salafi. Mereka mengaku ASWAJA, tetapi menolak konsep yang dikembangkan Imam Al-Asy’ari. Mereka malah mengagungkan Ibnu Taymiyah yang dalam ilmu kalam di universitas2 dan perguruan tinggi agama diragukan kesalafannya.

    Masyarakat umum di Indonesia dan mancanegara kurang kenal dg Al-Albany, Al-Utsaimin, atau pun bin Baaz. Hanya kalangan aktivis ROHIS yg sdh tertipu saja yg mau menerima mereka sbg ulama yg benar.

    Tanyakan masyarakat umum, apakah mereka kenal 3 tokoh salafi tadi? Kebanyakan mereka tidak kenal. Dan santri2 yang lurus menolak mereka bertiga.

    Tanyakan masyarakat umum, apakah mereka kenal Habib Umar Al-Athos (alm.), KH. Abdullah Syafi’i, dan Habib Umar Al-Hafizh? Tanyakan pula pendapat kebanyakan ulama tentang 3 tokoh ASWAJA ini. Masyarakat luas dan mayoritas ulama, terutama di Indonesia, mengenal mereka dan menerima mereka. Adapun kedua Habib tersebut diakui tidak saja di Indonesia dan Yaman, tetapi dunia internasional mengakui mereka berdua. Dan saat ini, Habib Munzir juga mulai dikenal masyarakat luas di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

    Lalu bagaimana masyarakat internasional mengenal tokoh2 yg diagungkan salafiyun spt Abu Bakar Ba’asyir dan Usamah bin Ladin? Siapa mereka berdua?

  26. “Pak, saya mengomentari berdasarkan ilmu yang saya dapat dari guru saya…….dst.”

    ana tanyakan kepada antum apakah antum sudah pantas untuk berkomentar dalam agama. atau dengan kata lain apakah antum sudah pantas berijtihad?

    Nah antum sendiri dah pantas berijtihad belum? Kalo belum pantes berijtihad, ikutin dong salah satu madzhab saja. Jangan campur aduk begitu madzhabnya. Ane bukan berijtihad. Ane menyampaikan apa yg sudah ane dapat dari guru ane. Ga paham ya? Aqalnya kurang ya untuk memahami hal itu?

    disip[lin ilmu apa yang antum miliki? apakah antum sudah memahami ilmu mustholla hadits?

    Imam Malik ketika di tanyakan sesuatu mengenai agama, beliau bertanya kepada guruhnya terlebih dahulu sebelum beliau menjawab. padahal ketika itu beliau sudah terkumpul berbagai macam disiplin ilmu, namun beliau belum mau untuk menjawab berbagai macam pertanyaan kepadanya.

    lantas antum ini belum mu’tabar ingdal ulama kok lancang mau berkomentar masalah agama yg suci ini.

    Astaghfirullah… Ane hanya penyambung lidah pak.
    Ilmuwan Muslim sebelum Copernicus telah mengatakan bahwa Bumi inilah yg mengelilingi Matahari.

    lebih baik antum dan guru antum belajar dulu ke Arab sana. karena di sanalah pusatnya ilmu dinnul islam ini.

    Guru ane dah belajar ke Yaman, negeri yg didoakan Rasul. Sedangkan guru dari guru antum itu asalnya dari Nejd, negeri yg Rasul menolak untuk mendoakannya karena dari situ muncul tanduk syaithan.

    biasa orang yang suka mengadakan acara yasinan dan lain sebagainyua jadi mereka sangat benci terhadap ulama salafiyyun. wajar kan ulma salafiyyun kan sangat membenci acara yang mereka kagumkan.

    Insyaf pak, insyaf

    “Lalu bagaimana masyarakat internasional mengenal tokoh2 yg diagungkan salafiyun spt Abu Bakar Ba’asyir dan Usamah bin Ladin? Siapa mereka berdua?”

    (Mereka Bukanlah dari kalangan salafiyyun, namuan lebih pantasnya di katakan mereka adalah penerus aliran khawarij.)

    Hehehe… Salafy memang terbagi dua.
    Ada yg mengatakan dua tokoh ini khawarij ada juga yg mengatakan bahwa kedua tokoh ini Salafy. Masuk ke Salafy berarti masuk ke kelompok yg sedang berpecah belah. Berpadulah dengan Al-Jama’ah, sungguh Allah tidak akan membiarkan sesat kelompok terbesar dari kaum Muslimin.

    Terus gimana pak, apakah matahari itu terbenam di laut yg berwarna hitam dan dg suatu cara tertentu dia menghadap Allah? Itu ada ayat dan haditsnya loh…

  27. ” ikutin dong salah satu madzhab saja. Jangan campur aduk begitu madzhabnya.”

    Imam ahmad pernah di tanya oleh Abu Dawud “apakah Al Auza’i atau imam malik yang aku ikuti? maka beliau ( Imam Ahmad) menjawab: jangan kau ikat dirimu kepada seseorang saja, karena dia bisa salah dan bisa benar. namun ambillah dari mana dia berpendapat.

    Antum sudah setarap dg Al Auza’i ilmunya?

    kalau sekirahnya mengikuti saran antum agar kita ikuti salah satu madzhab saja, niscaya begitu banyak sunnah nabi yang kita campakan akh.

    Bukankah antum memang telah banyak mencampakkan sunnah Nabi?

    karena di antara pendapat2 para aimmah madzhab banyak yang belum mendengarkan hadist nabi sehingga mereka berpendapat dengan qias dari hadis lain.

    Para Imam itu hafal ratusan ribu hadits, dan para Imam Madzhab itu setidaknya menghafal 1 juta hadits. Sedangkan Imam Bukhori dan para Imam Hadits lainnya itu datang setelah mereka. Mereka belum mendengarkan hadits Nabi dan antum sudah? Pemikiran yg keliru pa ustadz.

    satu conto imam abu hanifa mengatakan bahwasanya seorang wanita boleh menikahkan dirinya tanpa wali.

    padahal telah sahih dari nabi bahwasanya “tidak ada nikah tanpa wali.

    apakah kita harus tetap konsisten dalam pendapat mazhab hanafi? jawablah jikalau kamu benar?

    Imam Abu Hanifah punya methode sendiri dalam mengeluarkan fatwa. Ilmu beliau sudah mencapai kepada tingkatan Mujtahid. Beliau mengeluarkan fatwa bukan dg main-main, tetapi dengan ijtihad, dg sungguh2. Bagi orang yg mengikuti beliau dalam hal methode ijtihad dan hasil ijtihad, maka haruslah dia mengikuti fatwa Imam Abu Hanifah. Adapun saya mengikuti Imam Syafi’i.

    apalagi para imam juga menganjur kan agar kita ikuti hadist bukan pendapat mereka.

    Masalahnya, pendapat mereka itu sendiri berdasarkan hadits. Sedangkan Anda, ketika Anda membaca suatu hadits, Anda sering salah tafsir dan tidak memperhatikan hadits lainnya. Jadi ilmu Anda itu belum pantas untuk berijtihad. Sungguh celaka orang yg mengikuti muqallid. Ikutilah para Mujtahid, dan jangan ikuti muqallid.

    “Sedangkan guru dari guru antum itu asalnya dari Nejd, negeri yg Rasul menolak untuk mendoakannya karena dari situ muncul tanduk syaithan.’

    Kalau sekirahnya guruh antum ahli hadist maka beliau pasti tau bahwasanya ini bukan hadist. Karena ini adalah hadist palsu. Kalau antum tetap bersikuku mengatakan ini adalah hadist berarti antum telah menyediakan tempat duduk antum di neraka. Karena berdusta atas nama nabi.

    Jadi antum tau bahwa ini hadits palsu? Dari mana? Dan dari mana antum tau bahwa ustadz antum itu ustadz asli? Memang sanad ustadz antum itu jelas ya?

    Menurut antum acara yasinan dan dzikir bersama itu sunnah atau bid’ah?

    Saya sudah jelaskan di hotarticle.org
    Silahkan cari sendiri.

    Jawablah dengan hujjah yang paten. Karena artikel yang antum muat itu hadistnya dusta semua………………

    Sekarang saya mau tanya. Harap dijawab dan jangan berkelit.
    Takbiran di masjid pada malam ‘id itu sunnah atau bid’ah?
    Mengirim pahala bagi mayit itu sunnah atau bid’ah?
    Membaca Al-Qur`an secara berjama’ah itu termasuk mengingat Allah secara berjama’ah atau bukan?

  28. Ilmuwan Muslim sebelum Copernicus telah mengatakan bahwa Bumi inilah yg mengelilingi Matahari.

    mau ikut pendapatnya ilmuawan atau ucapan Allah dan Rasul akh?

    Tentu saja perkataan Allah dan Rasul-Nya. Tetapi apakah perkataan ustadz antum itu sesuai dengan yg dikehendaki Allah dan Rasul-Nya? Apakah memang ayat2 itu harus ditafsirkan dg methode ustadz antum? Bukankah Allah juga menyuruh kita agar memperhatikan alam semesta yg merupakan ayat-ayat Allah juga?
    Apakah ayat yg mengatakan bahwa matahari terbenam di laut itu bisa ditafsirkan secara harfiah seperti ayat2 lainnya tentang matahari yg antum tafsirkan secara harfiah? Begitu juga tentang hadits yg mengatakan bawha matahari pergi menghadap Tuhannya setelah terbenam?

  29. ana semakin yakin antum dan guru antum lah lebih pantas dan memang pantas di katakan muqallid sekaligus pembuat bid’a dan jelas-jelas antum dan guru antum mendakwahkan dan memperjuangkan dengan sungguh2 bid’a ini. kalau antum berani artikel tentang itu semua antum muat di sebuah majalah niscaya akan di banta antum dan guru antum itu habus2an.

    Sekarang saya mau tanya. Harap dijawab dan jangan berkelit.
    Takbiran di masjid pada malam ‘id itu sunnah atau bid’ah?
    Mengirim pahala bagi mayit itu sunnah atau bid’ah?
    Membaca Al-Qur`an secara berjama’ah itu termasuk mengingat Allah secara berjama’ah atau bukan?

    sangat jelas sekali kalau guruh antum yang antum juluki sebagai pakar hadits spesial dari afrika selatan pastinya tau mana yang sunnah dan mana yang bid’a?

    Karena beliau tau mana yg sunnah dan mana yg bid’ah, maka beliau berkata bahwa yasinan itu bukanlah bid’ah.

    karena imam asy safi’ie sendiri mengatakan bahwasanya sebagaimana yang di nukil dari Imam an Nawawi dalama Syarah Shahih Muslim yg artinya “Adapaun bacaan Qur’an (yang pahalanya dikirimkan kepada mayit), maka yang masyhur dalam madzhab Syafi’i, tidak dapat sampai kepada mayit yang dikirimi. Sedang dalilnya Imam Syafi’i dan pengikut-pengikutnya, yaitu firman Allah (yang artinya), ‘Dan seseorang tidak akan memperoleh, melainkan
    pahala usahanya sendiri’, dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), ‘Apabila manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah amal usahanya, kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang shaleh (laki/perempuan) yang berdo’a untuknya (mayit)”. (An-Nawawi, SYARAH MUSLIM, juz 1 hal. 90). Juga Imam Nawawi di dalam kitab Takmilatul Majmu’, Syarah Madzhab mengatakan. “Artinya : Adapun bacaan Qur’an dan mengirimkan pahalanya untuk mayit dan mengganti shalatnya mayit tsb, menurut Imam Syafi’i dan Jumhurul Ulama adalah tidak dapat sampai kepada mayit yang dikirimi, dan keterangan seperti ini telah diulang-ulang oleh Imam Nawawi di dalam kitabnya, Syarah Muslim”. (As-Subuki, TAKMILATUL MAJMU’ Syarah MUHADZAB, juz X, hal. 426). (menggantikan shalatnya mayit, maksudnya menggantikan shalat yang ditinggalkan almarhum semasa hidupnya -pen).

    bahkan Al-Haitami didalam Kitabnya, AL-FATAWA AL-KUBRA AL-FIGHIYAH,
    mengatakan demikian. “Artinya : Mayit, tidak boleh dibacakan apapun, berdasarkan keterangan yang mutlak dari Ulama’ Mutaqaddimin (terdahulu), bahwa bacaan (yang pahalanya dikirimkan kepada mayit) adalah tidak dapat sampai kepadanya, sebab pahala bacaan itu adalah untuk pembacanya saja. Sedang pahala hasil amalan tidak dapat dipindahkan dari amil (yang mengamalkan) perbuatan itu, berdasarkan firman Allah (yang artinya), ‘Dan manusia tidak memperoleh, kecuali pahala dari hasil usahanya sendiri”. (Al-Haitami, AL-FATAWA AL-KUBRA AL-FIGHIYAH, juz 2, hal. 9).

    Demikian Juga salah satu Murid Ima asy Syafi’ie yakni Imam Muzani mengatakan bahwasanya “Imam Muzani, di dalam Hamisy AL-UM, mengatakan demikian.
    “Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan sebagaimana yang diberitakan Allah, bahwa dosa seseorang akan menimpa dirinya sendiri seperti halnya amalan adalah untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain”. (Tepi AL-UM, AS-SYAFI’I, juz 7, hal.262).

    Perkataan Imam Nawawi jangan dipotong seperti itu. Berkata Imam Nawawi, “Yang lebih terkenal dari madzhab Syafi’i, bahwa pahalanya tidak sampai pada mayat. Sedangkan menurut Ahmad bin Hanbal, dan segolongan sahabat-sahabat Syafi’i, sampai (pahalanya) kepada mayat. Maka sebaiknya setelah membaca, si pembaca mengucapkan: Ya Allah, sampaikanlah pahala seperti pahala bacaan saya itu kepada si fulan.” Hanya saja disyaratkan agar si pembaca tidak menerima upah atas bacaannya itu. Jika diterimanya, haramlah hukumnya, baik bagi si pemberi maupun si penerima, sedang bacaannya itu hampa, tidak beroleh pahala apa-apa.”

    Silahkan baca juga di sini.

    Imam Nawawi mengutip penegasan Syaikh Taqiyyuddin Abul Abbas Ahmad bin Taimiyyah yang menegaskan: “Barangsiapa berkeyakinan bahwa seseorang hanya dapat memperoleh pahala dari amal perbuatannya sendiri, ia menyimpang dari ijma’ para ulama dan dilihat dari berbagai sudut pandang, keyakinan demikian itu tidak dapat dibenarkan.”

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi SAAW lalu bertanya, “Ibuku bernadzar akan melakukan hajji, tapi belum juga dipenuhinya sampai ia meninggal. Apakah akan saya lakukan hajji itu untuknya?” Ujar Nabi SAAW, “Ya, lakukanlah! Bagaimana pendapatmu jika ibumu berhutang, adakah kamu akan membayarnya? Bayarlah, karena Allah lebih berhak untuk menerima pembayaran.” (HR. Bukhori)

    Berkata Ibnu Al-Qayyim, “Ibadah itu dua macam, yaitu mengenai harta dan badan. Dengan sampainya pahala sedekah, syara’ mengisyaratkan sampainya pada sekalian ibadah yang menyangkut harta, dan dengan sampainya pahala puasa, diisyaratkan sampainya sekalian ibadah badan (badaniyah). Kemudian dinyatakan pula sampainya pahala hajji, suatu gabungan dari ibadah maliyah (harta) dan badaniyah. Maka ketiga macam ibadah itu, teranglah sampainya, baik dengan keterangan nash maupun dengan jalan perbandingan.”

    Setelah menjelaskan pendapat-pendapat dan fatwa para ulama dari empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali), Imam Nawawi menyimpulkan bahwa membaca Al Qur’an bagi arwah orang-orang yang telah wafat dilakukan juga oleh kaum Salaf.

    Tambahan, mujtahid itu ada tingkatannya, dan diantara mujtahid itu adalah mujtahid muntasib, dan Al-Muzani masuk ke dalam tingkatan ini. Mujtahid Muntasib adalah mujtahid-mujtahid yang mengambil/memilih pendapat-pendapat imamnya dalam ushul dan tidak mengambil pendapat dari imamnya dalam cabang, meskipun secara umum ijtihadnya menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang hampir sama dengan hasil ijtihad yang diperoleh imamnya. Mungkin Imam Al-Auza’i juga masuk ke dalam tingkatan ini. Artinya, walau beliau mengambil dari ’sumbernya’ namun dalam mengambil dari ’sumbernya’, beliau menggunakan methode ushul dari salah satu Imam Mujtahid Muthlaq.

    Jadi antum tau bahwa ini hadits palsu? Dari mana? Dan dari mana antum tau bahwa ustadz antum itu ustadz asli? Memang sanad ustadz antum itu jelas ya?

    Lantas bagaimana dengan sanad Guru antum yang ahlul bid’a itu jelas yaac?

    jawablah Jikalau kamu dan guru kamu itu yang ngaku ahlu sunnah.

    Ya jelas dong… Hehehe…
    Ustadz antum gimana? jelas ga sanad gurunya? Kok ga dijawab2 sih…?
    Ooo… sanad gurunya ga jelas ya…? Hihihi….
    Jangan berkelit deh…
    Coba baca salah satu sanad guru saya yg sampai kepada Imam Bukhari di sini.

    Sekarang saya mau tanya. Harap dijawab dan jangan berkelit. Takbiran di masjid pada malam ‘id itu sunnah atau bid’ah? Mengirim pahala bagi mayit itu sunnah atau bid’ah? Membaca Al-Qur`an secara berjama’ah itu termasuk mengingat Allah secara berjama’ah atau bukan?

    Jawabannya bahwa semuanya itu bid’a. karena tidak di nukil dari salah satu pun sahabat yang melakukan amalan itu. karena apabila amalan itu baik tentulah mereka telah mendahulukan kita untuk mengamalkannya.

    Lihatlah salafy yg satu ini. Dia membid’ahkan takbiran. Betapa jelasnya…

  30. Memang Imam Nawawi sering melakukan kesalahan dalam masalah Asma waa Sifat dan masalah fiqi yang termasuk fadilah amal. diantaranya yang antum bela itu. seperti sampainya pahala bacaan alqur’an kepada si mayyit. dan beliau juga mengatakan hadist da’if bisa di amalkan dalam fadhila amal? apakah seorang Muslim yang bagus imannya bisa menerima ijtihad beliau. walaupun beliau ulama mujtahidin tetap saja pendapatnya di tolak dengan beberapa alasan

    1. Hadis Da’if tidak bisa di jadikan sandaran dalam beramal. karena bisa jadi menyandarkan sesuatu kepada nabi yg mana nabi sendiri berlepas diri darihnya.
    2. telah sepakat Ulama Muhaditsin bahwasanya hadist da’if tidak bisa di terimah.

    Hadits dhaif memang tidak diterima dalam menentukan hukum suatu amal. Tetapi diterima dalam fadilah/keutamaan suatu amal. Harap dipahami. Membaca Yasin memang perkara sunnah secara umum, karena ia bagian dari Al-Qur`an. Tetapi membaca Yasin, menurut sebagian hadits shahih, hadits hasan gharib dan hadits dha’if dinyatakan memiliki beberapa keutamaan. Paham ‘kan maksudnya? Membaca surat Yasin itu sunnah menurut dalil yg sudah umum diketahui, namun mempunyai keutamaan menurut hadits dha’if. Hadits dha’if dapat diterima dalam hal fadhilah amal, tetapi tidak menjadi dalil dalam menentukan hukum suatu amal.

    Ibnu taimiya menjelaskan perkataan Imam ahmad yg mengatakan hadist da’if bisa di terimah. maksud imam ahmad adalah hadist hasan.

    Dan hadits yg dianggap dha’if oleh Al-Albani dalam hal ini memang maksudnya adalah hadits hasan. Coba baca artikel yg ini.

    selanjutnya antum nukilkan pendapat Ibnu Taimiyah bahwasanya telah terjadi ijma. Bagaimana mungkin telah terjadi ijma, padahal telah berlalu ulama sebelum ibnu taimiyah dan imam nawawi, yakni imam asy safi’i mengatakan tidak sampainya pahala kepada mayyit? mana akal antum? mana itu ijma yang antum klaim. tidak ada ijma dalam masalah ini walaupun datangnya dari ulama sekaliber imam nawawi dan ibnu taimiyah. karena sebelumnya imam asy safi’i telah berkata sebaliknya.

    “Karena beliau tau mana yg sunnah dan mana yg bid’ah, maka beliau berkata bahwa yasinan itu bukanlah bid’ah.”

    Subhanallah
    sudahkan antum baca artiikel ana disini

    hehehehheehhe

    sekarang jelas bagi ana kedok antum in i sebenarnya. ternyata antum ini orang NU Tulen.

    Saya seorang Muslim yg tidak pernah ikut organisasi NU. Jika pendapat yg saya pegang ternyata sangat mirip dengan pendapat yg dipegang orang NU tulen seperti kubu Langitan, maka hal itu adalah wajar, karena mereka, setahu saya, juga orang2 yg memegan manhaj ASWAJA yg bermadzhab Syafi’i. Wajar saja jika Anda mengira saya demikian. Tetapi saya bukan orang NU.

    Kemudian, saya mau tau dulu, dalam alam pemikiran Anda, apakah hadits dha’if itu adalah hadits juga, ataukah bukan hadits?

    Mengenai sampainya pahala yg dihadiahkan bagi mayyit. Jika Anda adalah orang yg menerima hadits shahih sebagai madzhab sebaiknya baca artikel yg ini.

    Dan memang ada ijma mengenai sampainya, tetapi ada perbedaan pendapat mengenai syarat, cara dan niat agar menjadi sampai.

  31. “ikutin dong salah satu madzhab saja. Jangan campur aduk begitu madzhabnya.” Itu adalah Jawaban antum terhadap Comentar ana sebelumnya namun ana blm menjawabnya. ana mau merealisasikan terhadapa jawaban antum yang melenceng dari syari’at allah yg suci ini.

    kita tidak di perinta untuk mengikuti salah satu madzhab. tidak ada dalil yang shorih yang dapat di jadikan hujjah atas jawaban antum.

    kalau sekirahnya kita di syariatkan mengikuti salah satu madzhab saja, tidak mungkin para aimmah madzhabi mengatakan berulang kali “Idza Shohal hadits fahuwa madzabi”

    Sudah saya jelaskan di atas. Para Imam Madzhab itu hafal min. 1 juta hadits. Mereka mendasarkan ijtihad mereka dengan al-Qur’an dan hadits2 pilihan. Mereka juga paham tentang maksud ayat dan hadits. Mereka berfatwa setelah berijtihad dg kapasitas mereka yg diakui ummat dan ulama. Mereka berijtihad dan bukan bemain-main.

    Mengapa para Imam seperti Al-Muzani, Al-Ghazali dan Al-Bukhari disebut sebagai ulama bermadzhab Syafi’i? Mengapa dikatakan bahwa Abdurrahman ibnu Qosim dan Qadhi Iyyad adalah ulama bermadzhab Maliki? Karena pada saat itu, memang telah dikenal sistem bermadzhab. Dimana seseorang, bahkan ulama, memegang satu madzhab saja dalam satu masa. Mereka bisa saja berpindah madzhab. Tetapi mereka tidak memegang 2 madzhab sekaligus dalam satu masa seperti yg Anda lakukan.

    Mengenai perkataan, “Jika hadits itu shahih, maka itulah madzhabku”, maksudnya adalah agar para mujtahid muntasib tidak ragu dalam membuat fatwa yang berbeda dengan mujtahid muthlaq dari madzhab yg dipegangnya, selama ia menggunakan methode ushul imamnya dan mendasarkan fatwanya kepada hadits shahih. Jika kemudian fatwa mujtahid muntasib itu berbeda dg pendapat mujtahid muthlaq dalam madzhabnya (Imam Madzhabnya), tetapi methodenya sesuai dengan methode sang Imam, dan melandaskan kepada sumber2 shahih, maka pendapatnya itu boleh diikuti. Seperti Anda katakan ketika mengutip perkataan Imam Nawawi (yg terkenal sebagai ulama dari madzhab Syafi’i) bahwa dalam madzhab Syafi’i ada dua pendapat mengenai sampainya pahala hadiah kepada mayyit. Hal ini dikarenakan ada mujtahid2 muntasib yg menggunakan methode ushul Syafi’i dalam menggali sumber hukum, lalu menghasilkan fatwa yg berbeda. Dan dalam kasus ini, sebenarnya yg dipermasalahkan bukan boleh tidaknya mengirim hadiah pahala kepada mayyit, tetapi mengenai sampai tidaknya dg suatu cara. Tetapi mengenai mengirimnya, hal itu dibolehkan, tidak ada pendapat yg melarang perbuatan mengirim hadiah pahala kepada mayyit. Ada yg mengatakan sampai secara muthlaq. Ada yg mengatakan sampai, tetapi si pembaca tidak boleh menerima upah apa pun. Dan ada pula yg mensyaratkan hal2 lain agar pahala itu bisa sampai. Jadi, memang mereka sepakat bahwa hal itu sampai. Saran saya, belajarlah lagi ilmu fiqih dan ushul fiqih serta ijma dan ikhtilaf diantara para imam. Hal ini agar Anda lebih mengerti tentang agama Anda, bukan untuk menjatuhkan lawan bicara, tetapi mencari kebenaran dan keselamatan.

    Dan lihat juga Hukum Bermadzhab.

    O ya… afwan, mana sanad guru antum?

    Wallahu a’lam

  32. Sanad Guru itu tidak terlalu penting. kalau mau merujuk silahkan baca buku “Biografi Syaikh Al Albani Pustaka Imam asy Syafi’i, dan Barisan Ulama Pembela Sunnah. Dua2 di tulis oleh Ustad Indonesia. silahkan.

    Antum diminta sanad aja susah banget. Padahal ane dah kasih sanad guru ane. Curang…

    bagaimana dengan artikel tentang Surat yasin yang ana kirimkan itu. apakah sudah di baca atau belum?

    Sudah… secara sekilas. Kurang lebih mirip dengan artikel di blog lain yg juga ane kutip dalam blog ane.

  33. assalamualaikum akh…….

    afwan semua artikel yang antum muat ana tidak membacanya. ana takut terkena syubuhat yang antum dan orang2 yang sepemahaman dengan antum tebarkan. cuman segelitir artikel yang ana anggap perlu di bantah itu yang ana pelajari, selebihnya ana gak membacanya. cukuplah ana menyibukkan dengan mempelajari sunnah- sunnah nabi yang shohih dan ana buang jauh2 sunnah yang da’if dan bahkan palsu untuk tidak di amalkan. dan tidak ada hujjah bagi kita untuk mengamalkan hadist da’if dalam fadhila amal. karena ini mengatas namakan nabi. karena semua ajaran yang nabi emban telah di sempurnahkan oleh Allah.

    dalam sebuah kaidah yang masyhur dan dikenal di barisan para ulama “LAUKANA KHAIRON LATSABAKUUNA ILAIHII” kalau sekirahnya perbuatan itu baik tentulah para sahabat telah mendahuluhi kita untum mengamalkannya. karena tidak ada satupun sunnha nabi yang terlewatkan dari mereka.

    apakah bacaan yasinan dan mengirim pahala kepada simayyit itu sunnah nabi tentulah mereka telah mendahului kita untuk mengamalkannya. karena tidak ada sunnah yang lepas dari mereka. bagaimana mungkin kita menganggapnya sunnah padahal mereka mengingkarinya.

    bagaimana mungkin dzikir berjamaah dianggap sunnag padahal telah di ingkari oleh al Imam al mufasiruun Abdullah bin mas’ud. tidak ini kita ambil pelajaran bagi kita. pikirlah wahai orang2 yang berakal?

    bagaimana mungkin sampainya pahala bacaan alquran wabilkhusus yasinan kepada simayyit padahal generasi terbaik ummat ini telah mengingkarinya. salah satunya adalah generasi terbaik dari generasi ketiga. imam asy safi’i adaalh generasi tabi’ut-tabi’in.

    akh ittaqillah dan cepatlah bertaubat dari kesesatan yang antum dakwahkan ini. apakah antum sudah mengenal aqidah ahlu sunnah wal jama’ah. sudahkah antum baca2 kitabnya para ulama yang mengingkari dakwaan antum ini.

    jangan2 ahlu sunnah wal jama’ah Versi antum sendiri yang menympang jauh dar sunnah nabi alai hisolatu wassalam.

    ketika ana sampaikan bantahan ana atas artikel antum kepada Ustad ana, beliau menasehatkan agar tinggalkan blog yang tidak mengamalkan sunnah. malahan mengamalkan hadist yg da’if dan mendakwahkannya. sibukkanlah dengan ilmu niscaya ilmu akan membongkar mana yang haq dan bathil. minta agar di bimbing kepada ulama2 mujtahidin, kalau gak bisa yaac kepada penyambung lidah saja, dalam hal ini tentulah kepada ustadz2 yang pernah berguruh kepada para ulama mutaakhirin.

    kirahnya ana masih di berihkan kesempatan untuk membamtah blog antum niscaya ana sangat senang, namun sayangnya waktu ana mendingan ana sibukkan dengan hal2 yang bermanfaat.

    wallahhu a’lam

    Alaykum salam
    Antum beranggapan bahwa antum telah berada pada jalur yg benar. Tetapi antum tidak mau mempelajari jalur yg lain. Antum berusaha menutup mata dan ditakuti oleh persangkaan antum. Padahal antum tidak perlu takut untuk mempelajari artikel ane. Bukankah antum telah terbiasa untuk ‘berijtihad’? Atau justeru, sesungguhnya selama ini antum hanya taqlid kepada apa yg dicekokin guru antum? Atau antum adalah ahlul ahwa yg tidak mau melihat hadits shahih dan ijma, serta lebih melihat pendapat ustadz antum?

    Pelajarilah Islam melalui guru yg bersambung kepada Rasulullah. Jika guru antum tidak diketahui bersambung atau tidaknya kepada Rasulullah, dan antum tidak mau tahu, lalu bagaimana antum bisa disebut penuntut ilmu? Antum membaca hadits, tetapi tidak mau tau sanadnya. Antum belajar kepada seorang guru, tetapi antum tidak mau tau sanadnya. Kalau ternyata guru antum itu terputus sanadnya, maka antumlah yg akan menyesal.
    Ane hanya mengingatkan antum.

    Wassalam.

  34. assalamualaikum akh.

    kalau antum bersedia ana undang antum dalam rangka diskusi mencari kebenaran yang hakiki dalam forum terbuka. kalau mau kabarin aja.

    Syukron atas undangannya. Tetapi ane tidak berminat untuk berdiskusi di forum terbuka. Khawatir ada yang lepas kontrol. Afwan.

  35. tentunya ada moderatornya. tapi gpp

    mungkin lain kesempatan aja yaac.

    semoga hidaya bisa diterimah.
    ana gak tau kalau sekirahnya antum bersedia memenuhi undangan ana, niscaya kita bisa berdiskusi dan mencarai kebenaran. karena inilah yang kita cari. tidak ada yang lain selain mencari kebenaran.

  36. Susah ya ama salafy. Kita kasi dalil gk mau dbaca, gayanya tau ilmu hadist tapi tak mengerti. Keras kepala. Maju terus pantang mundur. Semoga mereka dberi hidayah.

  37. salafy memang keras kepala, mereka maunya orang menelan pendapat mereka mentah2 sebagaimana mereka menelan mentah2 doktrin dari para ustadz mereka.

    Cape deeeeh

  38. To Artikel Islami, maju terus brur!

    saya dukung ente untuk meluruskan kejahilan yang dialami para saudara kita tersebut.

    jangan terpancing dengan makian jahiliyah dari mereka.

    “Hadapi mereka dengan hikmah dan akhlaq yang mulia”

    supaya jelas perbedaan antara faham dan jahil

  39. Takutlah kalian akan adzab allah yaa akh.

    ana tantang admin dongo ini dalam diskusi terbuka. sekalian undang Habibnya dan Ustad Arifin ilham dan orang2 yang sepemahaman dengannya sekalian.

    Hehehe… Ga usah serius banget kayak gitu lah…
    Santai aja… kayak lagunya bang haji Oma itu loh…

  40. akh ana mau klarifikasikan atas sedikit jawaban antum kepada AKh Abul Hasan. antum katakan ” Hadist Da’if yg di maksud oleh al albani adalah hadist Hasan” bagaimana hadist hasan sendiri yg di maksudkan ole al albani?

    Tanya sana sama al albani
    Jawaban saya ga penting buat Anda

  41. dasar orang sesat. ucapan sendiri mau di tabayuni mala berkelit. silahkan berjalan dengan kesesatanmu. ana yakin dengan seyakin2nya amalan antum yg bid’ah itu semuah tidak akan diterimah oleh Allah selamahnya. diantara amalan bid’a adlaah salawatan, yasinan, dll yg kalau di sebutkan semua niscaya akan jadi panjang.

    Iblis itu paling senang sama pelaku Bid’a dari pada sama pelaku maksiat, karena pelaku maksiat masih tau bahwasanya apa yg di lakukan adalah pelanggaran, sedangkan pelaku bid’a tidak merasa bahwasanya ini adalah pelanggaran namun baik.

    silahkan berkelit asalakan jangan pake nama ahlu sunnah. karna ahlusunnah tidak sesuai dengan perilaku kalian semua. menghalalkan Gambar bernyawa, musik dan hal 2 yg di haramkan oleh ALlah.

    Semoga Allah memberi Anda hidayah untuk kembali kepada Ahlus Sunnah wal Jama’ah

  42. Justru ana sangat berharap semoga antum dan kawan2 yang berafiliasi bersama antum dan guru antum mendapatkan hidaya. karena hidaya itu tidak akan masuk kedalam hati yang bermaksiat kepada Allah

    Semoga Allah menjernihkan hati antum sebagaimana Allah telah menjernihkan hati Abu Bakr ketika Umar mengusulkan pengumpulan Al-Qur`an. Dengan jernihnya hati antum, maka hidayah akan masuk ke dalam hati antum.

  43. terimakasih sudah mempromosikan blog saya…

    hehe masuk dlm golongan ekstrimis ya…?
    alhamdulillah… :)

  44. Tolong dounk, pemilik blog ini mencantumkan identitasnya.. Berani ngomong, harus berani nongol..

    Hehehe… Anda sendiri nama aslinya siapa? Tinggal di mana?

  45. Asslamualaikum.wr.wb

    Sebuah bukti dari kegagalan iklan -PAHLAWAN & GURU BANGSA- PKS

    Suara hatiku untuk PKS.

    klik http://www.antipks.wordpress.com

    Wassalamualaikum.wr.wb

  46. wah,,,wah,,,
    bener” dah,,,
    bukannya diskusi yang bener,,malah debat yang gajelas,,,
    inget lho….debat itu dapat membekukan hati…
    so….hati” aja ya,,,
    buat pemilik blog ini
    MAJU TERUS…TEGAKKAN AGAMA ALLAH ATAS YANG BATHIL….
    SEMANGAT,,,,,INNALLAHAMA’ANA…!!!!

  47. as, admin
    saya baru pertama kali main disini, tapi kalau dirumah admin yang satu, saya cukup aktif.

    oke, boleh tukaran link mas admin?
    tks.

  48. Assalamu ‘alaikum ya Akhi..!!!

    Syukron udah mau mampir di blog aku.. dan semoga kita bisa menjalin silaturahmi lebih erat lagi, “INNAMAL MU’KMINUNA IKHWA”

    Salam kenal,
    Dedhy Kasamuddin

  49. Buat akhi Hasan dkk. Udah gak perlu main emosi-emosian. Ntar mereka malah jauh dari cahaya Islam. Cukup berdakwah dengan baik dan santun. Mereka mau menerima atau tidak itu urusan mereka. Yang penting antum sudah menunaikan kewajiban dakwah anda kepada manusia. Habis perkara. :)

    Jauh dr cahaya Islam? pede banget..
    Ente fikir salafy itu Islam yg bener gitu? yg lain kafir dan musyrik? teroris yg beredar itu jelas2 berbasis gerakan salafy. Islam bukan terorisme. Salafy itulah yg melahirkan teroris macam nordin m top. Ente lupa kalo Muhammad b Abd Wahhab itu juga teroris?

Tinggalkan Balasan