Siang hari sabtu 13 Juni 2009, detik detik pamitan Habib Munzir pada Guru Mulya, beliau bersimpuh dihadapan Guru Mulya, samudera ilmu nan luas.., Guru yg sangat lembut dan berwibawa, seakan akan langit dan bumi sirna ketika memandang kelembutan dan kedamaian diwajahnya, berkata Anas bin Malik ra : Belum pernah kami melihat pemandangan yg lebih menakjubkan dari wajah sang Nabi saw (Shahih Bukhari)
Itu adalah dimasa Anas bin Malik ra, namun dimasa kita, kita menemukan cahaya keindahan itu, sebagaimana sabda Nabi kita saw : “Maukah kalian kuberitahu siapakah yg mulia diantara kalian?, mereka adalah yg jika dipandang wajahnya membuatmu ingat pada Allah” (HR Bukhari pada Adabul Mufrad).
Kota Tarim, Hadramaut, Yaman adalah kota kedamaian, cuaca panas terik yg bisa mencapai 45 derajat celcius, namun terik matahari itu sirna dan sejuk dengan keberadaan para ulama shalihin berwajah sejuk dan damai, (Selengkapnya tentang dialog antara Habib Munzir dan Habib Umar ini, silahkan klik di sini.)
DIarsipkan di bawah: Chicken Soup for Soul








Salam
Assalamu’alaikum ustadz,
saya orang yang sangat mencintai Habibana Munzir. Saya melihat beliau belum pernah menjelek2an ormas atau parpol manapun, kalau menganjurkan untuk menghindari yang demikian tentu berbeda dengan menjelek2an atau menghujat dan mencari permusuhan.
Saya melihat artikel2 ente sering menyerang ormas atau parpol tertentu itu sah2 saja tapi sebaiknya tidak usah mengatasnamakan majelis rasulullah karena dampaknya tidak baik ustadz. Mulai banyak blog2 yang artikelnya sebenarnya menyerang ente tapi mengkaitkannya kepada Habib Munzir & majelis rasulullah. Tentu saya yakin habibana tidaklah setuju dengan cara2 yang ente tempuh. Tolong dipikirkan ustadz, ini masalah menjaga nama baik majelis rasulullah yang banyak orang2 menjadi tidak suka karena tulisan2 ente.
Kalau ente menghindari pengklaiman sebagai jama’ah majelis rasulullah maka dampaknya akan berbeda. Mereka hanya akan membenci ente saja (sesuai harapan ente) tanpa mengkaitkannya kepada majelis rasulullah.
salam
assalamu’alakum ustadz,
Sebelumnya maaf bila ada perkataan saya yang menyinggung ustadz. Tentu saya juga gusar dengan sekte2 sempalan tersebut yang menyelisihi Aswaja. Dan sudah kewajiban kita utk mengingatkan kepada masyarakat akan bahaya ajaran mereka. Namun yang saya maksud ente kan menyerang ormas & parpol tertentu yang tidak aswaja tapi ente bawa2 majelis rasulullah. Kayaknya itu bisa menimbulkan konflik horizontal antara ormas/parpol tsb dgn MR (menurut saya lho). Tapi kalau menurut ustadz itu baik silahkan2 saja. Saya juga banyak mendapat pencerahan dari blog ente. Maaf bila tulisan ini kurang berkenan.
saya Paham Ustadz…hehe
& lanjutkan