Selama ini kita telah melihat The Passion of The Christ. Dan kita santai-santai saja menontonnya. Padahal film tersebut dibuat oleh orang Kristen dengan sudut pandang orang Kristen. Namun film itu ditayangkan juga di stasiun swasta yang cakupannya nasional di negeri yang penduduk mayoritasnya adalah Muslim. Tetapi kita tetap menontonnya. Jadi, sekarang gantian lah…
Menurut kabar, film The Messiah karya Nader Talebzadeh, seorang sutradara dari Iran, akan masuk ke Indonesia. Film ini memenangkan penghargaan dari Roma, Rome’s Religion Today Film Festival sebagai nominasi dialog antar umat beragama. Dalam film ini dikisahkan bagaimana Yudas Iskariot, dengan kekuasaan Allah, telah diubah menjadi mirip dengan Nabi Isa dalam hal suara dan rupa. Jika kita bicara kekuasaan Allah, maka mengubah rupa dan suara seseorang itu adalah mudah bagi Allah. Orang-orang Kristen mana yang meragukan kekuasaan Allah?
Yudas telah diubah wajah dan suaranya hingga menyerupai rupa dan suara Nabi Isa. Lalu pada saat itu juga Nabi Isa diangkat ke langit. Dan tinggallah Yudas di situ hingga datang para tentara Roma. Lalu tentara roma menangkap Yudas yang disangka sebagai Nabi Isa. Yudas pun terus menyangkal, dia berkata bahwa dirinya bukanlah Nabi Isa, karena Nabi Isa telah berada di langit di pihak/sisi kanan Allah. Bahkan Petrus menyangkal bahwa yang ditangkap itu adalah Nabi Isa. Herodes dan Pilatus pun akhirnya tahu bahwa yang ditangkap itu bukanlah Nabi Isa. Mereka cuci tangan dari segala rencana jahat Imam Yahudi yang ingin agar Yudas yang disangka sebagai Nabi Isa itu disalib.
Orang Kristen perlu menonton film The Messiah. Agar mereka berlatih merealisasikan kata-kata mereka tentang positive thinking, open mind, jangan fanatik buta, harus toleransi, dlsb. Tidak perlu takut untuk menonton film The Messiah. Karena iman Anda bukan iman yang lemah seperti orang yang kurang makan ‘kan? Begitu ‘kan kata kalian?
Kita telah ‘mendengarkan’ ocehan mereka tentang Yesus. Sekarang gantian dong… Giliran mereka yang ‘mendengarkan’ pandangan kita tentang Nabi Isa.
Selama ini, ketika saya bicara di blog saya tentang Nabi Isa menurut pandangan Islam, mereka selalu ngamuk-ngamuk. Padahal saya bicara tentang agama saya, tentang Nabi Isa dalam agama saya. Kenapa mereka tetap memaksakan pandangan mereka terhadap saya dengan mengatakan bahwa Yesus itu Tuhan? Itu ‘kah yang disebut toleransi beragama? Memaksa saya untuk mengakui bahwa Yesus yang mereka sembah itu adalah Tuhan sebenarnya?
Bagimu agamamu, bagi saya agama saya. Anda menyembah Nabi Isa, itu urusan Anda. Adapun saya tidak menyembah Nabi Isa dan menganggapnya sebagai seorang Nabi, dan bukan Tuhan, itu urusan saya. Anda menulis di blog-blog Anda bahwa Yesus itu Tuhan, itu urusan Anda. Adapun saya menulis di blog saya bahwa Nabi Isa itu bukan Tuhan, itu urusan saya. Adil ‘kan?
DIarsipkan di bawah: Menanggapi Kristen








sipppp…. ujutes…. (^_^)
manusia memang bebas memilih….
Dahsyat kalau film itu jadi diputar untuk umum… sayang sampai sekarang kok belum ada kabarnya?
“Say (‘O Moslems): We believe in Allah and that which is relevealed unto us and that which was revealed unto ABRAHAM, and ISHMAEL, and ISAAC, and JACOB, and the tribes, and that which MOSES and JESUS received, and that which the prophets received from their Lord. We make no distinction between any of them…” (QUR’AN 2: 136)