
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillahirabbil Alamin,
Wasshalatu wassalamu ala sayyidil mursalin,
Wa ala alihi washahbihi ajmaiin,
Semoga kebahagiaan dan kesejukan jiwa selalu menerangi hari hari saudaraku dimanapun kalian berasa, Wahai saudara saudaraku seperjuangan, Wahai para Pembela Sayyidina Muhammad, Wahai yg berbakti kepada Muhammad Rasulullah, Dengan ini saya, Hamba Allah yg hina, Khadim Majelis Rasulullah saw, Munzir bin Fuad Almusawa, menghimbau kepada saudara saudaraku sekalian, untuk menahan diri dari berunjuk rasa menuntut pemerintah membubarkan Ahmadiyah. Sungguh Mirza Ghulam Ahmad adalah pendusta besar, kita harus memerangi mereka dan menghabiskan mereka tanpa bekas, Kita marah dan tak akan diam melihat Nabi nabi Palsu ini dipuja dan bahkan para pengikutnya bebas berkeliaran di tanah muslimin, Namun saudara saudaraku, lihatlah cara terbaik untuk menghabisi mereka, sungguh bukan dengan berdemo, karena Negara kita ini telah terjebak system oleh Negara Negara Kuffar, hutang kita trilyunan pada mereka, seluruh undang undang kita telah tergadai demi mengurangi bunga atas hutang hutang kita, negara kita tak berdaya berbuat apa apa untuk menentang mereka,
Ketahuilah bahwa Negara Negara musuh islam sangat melindungi Ahmadiyah, mereka senang dengan keberadaan Nabi palsu yg bisa merusak islam, mereka dilindungi di Negara Negara kuffar, maka penuntutan besar besaran pada Negara untuk melarang keberadaan mereka hanyalah akan membuat Negara Negara kuffar itu memaksa Negara kita untuk menindas kelompok anti Ahmadiyah, mereka akan terus menambah dana untuk perkembangan Ahmadiyah, mereka akan terus mendesak pemerintah RI untuk tidak melarang Ahmadiyyah, mereka akan terus menambah kekuatan Ahmadiyah, mereka akan semakin punya alasan menghancurkan kekuatan islam dinegeri kita dengan dalih pemberantasan teroris, kenapa?, Karena muslimin berontak dan marah pada pemerintah yg terkesan lamban menentang Ahmadiyah, pemerintah akan terdesak dan balik menentang gerakan ini karena tekanan dari para Juragan Piutang di Luar negeri, maka musuh musuh islam akan terbahak bahak melihat gerakan muslimin saling hantam dg pemerintahnya sendiri..
Jika muslimin keras dan kuat, maka mereka akan masuk ke negeri ini dengan kekuatan militer dengan alasan pemberantasan teroris, majelis majelis akan diawasi, pesantren pesantren akan dituduh sebagai tempat penyimpanan senjata, gerakan dakwah pemuda akan dipersulit, para kyai dan ulama akan terus di interogasi, disadap hp nya, dipersulit izin dakwahnya, dan terus dibatasi ruang geraknya, dengan alasan : pemberantasan teroris..!
Ingatlah…, ini adalah langkah indah bagi mereka untuk lebih leluasa menghantam gerakan muslimin.. bertahanlah pada shaff mu saudara saudaraku, kita benahi masyarakat pelahan lahan, Ahmadiyyah akan hilang sendiri jika tak ada pengikutnya, dan jika Ahmadiyyah ditutup maka akan muncul 1000 nabi palsu lagi jika masyarakat tak dibenahi.. maka pembenahan masyarakat adalah ujung tombak keberhasilan kita, Tahan Emosi kalian, kalahkan musuh kita dengan langkah yg pasti dan jelas..
Dengan ini, saya selaku Khadim Majelis Rasulullah saw, Munzir Almusawa melarang seluruh Jamaah Majelis Rasulullah saw untuk turut berunjuk rasa pada Ahad 20 April 2008 mendatang, Demikianlah langkah Guru Mulia kita, Alhafidh Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh yg melarang segala bentuk Unjuk rasa, kita adalah satria pembela Rasul saw dengan taktik yg suci, kita bukan pengumbar emosi, kita adalah Laskar Muhammad Rasulullah saw,
Satukan jiwamu dengan Guru Mulia kita, satukan langkahmu dengan langkah Guru Mulia kita, langkah beliau adalah langkah gurunya, langkah gurunya adalah langkah guru guru mulianya, demikianlah kesemua mereka dalam satu langkah dengan langkah Rasulullah saw. Jangan palingkan langkahmu dari langkah mereka wahai saudaraku.
Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa
(majelisrasulullah.org)
DIarsipkan di bawah: Fikrah






Assalamu’alaikum wr wb,
Semoga Habibana Munzir Almusawa dan seluruh pecinta Rasulullah SAW senantiasa diberikan kekuatan iman, disucikan lahir dan batinnya, serta ditumbuhkan dihatinya oleh Allah SWT rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama semata-mata karena Allah SWT dan Rasul-Nya.
Salam silaturrahim buat admin blog artikel islami.
Mohon maaf lahir dan batin.
Wassalam
yup.. ngapain bersatu sama HT, PKS, Fudoli, dan kutu kutu kupret yg laen..?, hanya untuk ahmadiyyah yg jumlahnya cuma 200 ribu..?
benahi ummat…!, hidup MR..!, habib kite punya pendirian yg jelas, teguh, dan sanad kepada guru guru besar, bukan asal ngikut aja kayak bebek lumpur..
Wah, seneng nih ada mas Budi Suci.
Masih sempet mampir ke sini rupanya.
Ahlan wa sahlan akhi.
biasa deh.. maha guru yg gedor suru ngontrol kemari.. tapi suru sopan, he..he..
ga taunya ni webnya macan juga.., top dah..
kayaknya anda sendiri dah cukup ngadepin semua jenggot yg nongol kesini ustaz..
ok cerio..
jazakallahu khairan:-)
alhamdulillah masih ada yang TEGAS
saya sangat setuju dengan tanggapan habib mundzir.ngapain juga kita ikut2 demo yang ga da manfaatnya.cuma gembor2 omongan aj.jazakalahhu khairan.Ana salah satu muhibbin dari malang jamma’ah muhammad bilfaqih .wassalamualaikum wr.wb
betul sekali, tunjukkan bahwa islam benar2 agama kedamaian dan menjadi rahmatan lil aalamiin
subhanallah… maha suci Allah dengan keagungan dan kebesaran Nya.. alangkah baiknya bagi saudara-saudaraku yang tidak berpartisipasi melakukan Demo menuntut pembubaran ahmadiyah agar kiranya tidak melarang bahkan sampai menghinakan saudara-saudara kita yang bejuang menegakan kalimat Allah, membela Rasulullah dan menjaga kemurnian agama kita, diinul Islam.. “Qul khoiran aw liyashmuth” ucapan dan seluruh gerak gerik anggota tubuh kita, sampai hati kita akan diminta pertanggung jawabannya nanti di yaumulqiyamah… jangan pecah belah persatuan agama islam..thoriqoh/cara ulama berbeda-beda di dalam berdakwah..Para ulama kita berdamai, kenapa kita yang sibuk menyalahkan orang lain yang berjuang membela agama Allah…
Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa adalah guru saya Al-Faqir, dan Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab juga guru saya…kalau mau berpartisipasi, silahkan ikut, kalau tidak mau jangan mermehkan, menghina dan melarangnya… Ma’nai kembali apa yg dimaksud rahmatanlil’alamin itu.. jangan sampai kita salah menempatkann dalil…syukron jazakumullah khaoiran ahsana jaza… mohon maaf kesalahan dari kebodohan saya…