Pengingat Jiwa

Dalam kitab Tanwirul Qulub dijelaskan bahwa jiwa manusia pada asalnya adalah ‘lathifah Rabbaniyah’ dan dekat sekali hubungannya dengan Allah. Selalu memuja dan memuji serta bertasbih, yang diketahuinya hanyalah Allah semata-mata. Akan tetapi setelah jiwa itu berhubungan dengan jasad, barulah jiwa itu mengerti bahwa ada yang lain (aghyar) lagi selain Allah. Di sinilah titik awal dari [...]

Melihat Tuhan

Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. (HR. Muslim dari Umar bin Khoththob ra)
Rasulullah menegaskan bahwa seseorang yang beribadah menyembah Allah, seharusnya dapat merasakan ’seakan-akan’ (ka anna) melihat Tuhan. Dalam tata bahasa, ‘ka’ dinamakan harfut-tamtsil, menunjukkan umpama atau contoh. Sedangkan ‘anna’ adalah lit-taukid, untuk menguatkan. Maka artian yang tepat dari kata ‘ka-anna’ adalah ’seperti [...]

Tajrid dan Kasab

Ulama sufi yang termasuk dalam kelompok Ahlul Kasyaf di lingkungan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, amat mengkhawatirkan adanya orang yang baru selangkah memasuki arena Tasauf sudah berani mengukir kata dan ucapan seperti perkataan Al-Hallaj. Kadang menjadikannya bahan obrolan di kedai kopi.

Pengingat Jiwa

Dalam kitab Tanwirul Qulub dijelaskan bahwa jiwa manusia pada asalnya adalah ‘lathifah Rabbaniyah’ dan dekat sekali hubungannya dengan Allah. Selalu memuja dan memuji serta bertasbih, yang diketahuinya hanyalah Allah semata-mata. Akan tetapi setelah jiwa itu berhubungan dengan jasad, barulah jiwa itu mengerti bahwa ada yang lain (aghyar) lagi selain Allah. Di sinilah titik awal dari [...]

Melihat Tuhan

Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. (HR. Muslim dari Umar bin Khoththob ra)
Rasulullah menegaskan bahwa seseorang yang beribadah menyembah Allah, seharusnya dapat merasakan ’seakan-akan’ (ka anna) melihat Tuhan. Dalam tata bahasa, ‘ka’ dinamakan harfut-tamtsil, menunjukkan umpama atau contoh. Sedangkan ‘anna’ adalah lit-taukid, untuk menguatkan. Maka artian yang tepat dari kata ‘ka-anna’ adalah ’seperti [...]