Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (QS. Al-Muthaffifin: 1-3)
Pemerintah Amerika adalah contoh yang baik untuk muthaffifin. Mereka sering bertindak curang dan menerapkan standar ganda. Mereka seperti pedagang curang yang memiliki 2 takaran berbeda. Jika mereka menakar untuk diri mereka sendiri, mereka ingin agar takarannya menguntungkan mereka. Tetapi jika mereka menakar untuk orang lain, mereka menakar dengan takaran yang merugikan orang lain.
Ketika gedung World Trade Center diserang, mereka menuduh Muslim sebagai pelakunya. Lalu mereka melabelkan serangan itu sebagai terror. Belum lagi mereka membuktikan tuduhan mereka, mereka telah menuduh Islam sebagai terrorisme dan Muslim sebagai terroris, secara tidak langsung.
Teror adalah suatu kondisi takut yang nyata, perasaan luar biasa akan bahaya yang mungkin terjadi. Keadaan ini sering ditandai dengan kebingungan atas tindakan yang harus dilakukan selanjutnya. Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Jika Anda menelpon pekerja di suatu gedung dan berkata, “Di gedung tempat Anda bekerja telah diletakkan sebuah bom yang akan meledak dalam waktu satu jam.” Anda bisa disebut terroris, baik bom itu ada atau tidak.
Dengan demikian, jelas pelaku terror sesungguhnya adalah pemerintah Amerika itu sendiri. Mereka berkata, “Jangan pergi ke negeri itu! Di sana ada terroris!” Padahal terroris, mungkin, juga ada di Amerika. Lalu kenapa mereka menakut-nakuti warganya seperti itu? Mereka menebar terror dengan berkata bahwa terroris sedang berkeliaran mengincar orang Amerika. Berapa banyak orang yang terbunuh oleh terroris dalam setahun? Apakah sebanding dengan orang yang mati karena kecelakaan lalu-lintas? Lalu mengapa dana untuk anti-terroris lebih besar dari dana untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas atau penanggulanganan wabah penyakit?
Tidak lain karena mereka ingin membesar-besarkan masalah terrorisme ini. Mereka ingin agar warganya terterror, merasa ketakutan. Sekelompok orang yang menebarkan terror bisa kita sebut sebagai gerombolan terroris. Gerombolan terroris sesungguhnya adalah Dinasti Bush.
Namun maukah mereka disebut terroris? Tentu tidak mau. Mereka adalah muthaffifin. Mereka mencap orang yang menebar ketakutan sebagai terroris. Tetapi jika mereka yang menebar ketakutan atau jika mereka membombardir beberapa negara dengan bom yang lebih banyak dari bom yang digunakan terroris, mereka tidak mau disebut terroris.
Berhati-hatilah Anda terhadap aksi terror yang dilancarkan oleh gerombolan Bush. Mereka telah mengorbankan banyak jiwa dari para pemuda Amerika untuk melakukan aksi terror global. Mereka telah membunuh orang lebih banyak dibanding terroris yang mereka hujat.
Bush akan terus melakukan aksi terrornya dan pemerintah Amerika akan terus melakukan kecurangan dengan menerapkan standar ganda.
Bush tiada bedanya dengan ibu-ibu tukang rumpi yang membicarakan borok orang lain, padahal borok yang lebih besar dan lebih bau tampak begitu jelas pada dirinya.
DIarsipkan di bawah: Iblis & Dajjal







